Thursday, February 4, 2010

Arsenal dan Piala Afrika

Setelah surat saya dimuat pada rubrik suara tifosi no.1782/Selasa, 11 Desember 2007, saya ingin memberi tambahan pada surat tersebut.

Sepakbola bukan matematika. Setelah terus tampil konsisten, kini Arsenal sedang dalam kondisi sulit menyusul cederanya Cesc Fabregas. Rekor tak terkalahkan di priemer league pun gagal diperpanjang. Rival terdekatnya, MU dan Chelsea juga semakin memperkecil jarak dengan klub London tersebut. Selain itu, ada faktor yang semakin mempersulit keadaan. Yakni Piala Afrika. Tidak lama lagi pemain Afrika di klub tersebut akan membela negaranya masing-masing. Dengan ketidakhadiran Kolo Toure di jantung pertahanan, Ebou di sisi sayap, serta Adebayor sebagai tukang gedor, akan sulit bagi Arsenal untuk mengarungi ketatnya priemer league. Kondisi ini bisa dimanfaatkan MU dan Chelsea yang kini terus membuntuti The Gunners. Tactican Arsene Wenger nampaknya harus memutar otak dengan absennya mereka. Namun sekali lagi, sepakbola bukan matematika. Bisa saja wenger memainkan pemain mudanya yang kerap dibangku cadangkan. Menarik untuk kita saksikan, setelah Bacary Sagna, Gael Clichy, dan Bendtner, siapa lagi pemain muda yang akan mengorbit?


Salam hangat untuk Juventini. Forza Juve!

No comments:

Post a Comment