Tuesday, August 2, 2011

The Right Path

Why are we here, where we come from
Where's our future, leading us
Where's our life, taking us
Show us the path, dear Allah

What are we, to do here
There must be a reason to be here
Ya Allah the greatest
Nor of these You create for waste

Show me the right path
The path of the favoured one with Your grace
Show me the right path
The path of Rasulullah and His companions

Don't leave me please Your guidance I need
Show me the way, light up my life
Don't leave me please Your guidance I need
Show me the way, to gain Your love


The Right Path - Raihan

Thursday, December 30, 2010

Komentar-komentar Inspiratif Alfred Riedl


"Soal menang saya tidak bisa beri kepastian. Namun, kami akan mencoba memberikan penampilan terbaik. Pencapaian juara tergantung kerjasama tim nanti di lapangan. Biarkan mereka bekerjasama. Dari awal tidak ada target mencapai final. Namun, saya tentunya ingin Indonesia mencapai final. Begitu juga dengan semua masyarakat Indonesia." Usai memimpin latihan di Lapangan Timnas, Kamis (18/11).

"Kami menggelar laga uji coba untuk mengetahui kekuatan tim. Timur Leste kurang memberikan tantangan, namun Cina Taipei cukup baik. Pada babak pertama kami bisa bermain bagus, bahkan paling baik selama saya membesut timnas. Tapi, di babak kedua permainan anak-anak turun. Sejauh ini persiapan sudah 85%. Pada prinsipnya persiapan masih kurang. Hal ini disebabkan waktu pelatnas yang sangat mempet. Saya agak ragu bisa mencapai 100%." Latihan pasca uji coba vs Taiwan di Lapangan Timnas, Kamis (25/11).

"Saya sudah punya 9-10 pemain untuk Piala AFF. Masih kurang satu atau dua pemain untuk menempati posisi bek dan striker. Para pemain harus tahu duluan, maaf saya tidak bisa memberitahukan kepada Anda." Ketika dikejar soal dua calon pemain skuad inti, Minggu (28/11).

"Yang terpenting kondisi pemain sudah semakin baik. Saya bukan bicara soal teknik saja, namun juga soal kedekatan satu sama lain. Sekarang kami tinggal memberi kepercayaan kepada pemain untuk memberikan permainan terbaiknya. Saya telah berkoordinasi dengan Sutan Harhara yang memantau perkembangan Malaysia. Sejauh ini saya lihat ada celah buat kita untuk menang." Sehari sebelum pengumuman resmi skuad inti, Senin (29/11).

"Malam ini kami langsung menyiapkan latihan. Jadi, menang bukan berarti bisa tidur nyenyak. Kami akan langsung menggelar latihan. Maaf saya tidak akan memberitahukan dan memberi tanggapan mengenai permainan anak-anak. Nanti lawan bisa tahu kekuatan kami." Pasca laga melawan Malaysia di babak grup, Rabu (1/12).

"Sehabis menang besar, para pemain tidak boleh over-confidence pada pertandingan nanti. Harus tetap fokus mejalani pertandingan. Laos tim yang bagus dan kini semakin berkembang. Tak boleh meremehkan kekuatan lawan. Pada 2006 lalu, Laos pernah kalah lawan Vietnam. Namun di Sea Games 2009 mereka bisa mengimbanginya." Persiapan menjelang laga vs Laos, Kamis (2/12).

"Pertandingan hari ini tak segampang apa yang kita lihat. Pada menit awal Laos turun dengan kekuatan yang berbahaya. Buktinya, kami susah mencetak angka. Namun, berkat kesolidan pemain kami mampu memenangkan laga ini. Buat saya hasil yang terbaik adalah kami lolos ke semifinal. Besok kami akan melakukan evaluasi tim untuk melihat siapa yang cedera atau kelelahan. Kemungkinan kami akan merotasi pemain."

"Saya pikir kami punya tanggung jawab besar kepada suporter yang telah memenuhi SUGBK. Semua telah datang memerah-putihkan stadion. Karena itu, kami akan tetap menunjukan permainan hebat dan memberi kemenangan. Kami mau hibur penonton." Usai kemenangan kedua vs Laos, Sabtu (4/12).

"Kami akan berusaha memenangkan laga. Kendati dalam angka pertemuan Thailand lebih unggul, namun itu masa lalu. Sekarang, kami melenggang tanpa beban. Justru, mereka yang memiliki beban untuk memenangkan pertandingan agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Saya yakin kami bisa menang. Kini Thailand terlihat kelelahan dan kami sedikit diuntungkan dengan hal itu." Sebelum pertemuan dengan Thailand, Senin (6/12).

"Saya terkejut anak-anak punya kekuatan di menit-menit akhir. Pemain sukses menerapkan serangan balik. Performa pemain saya bagus. Thailand sebenarnya bermain bagus dan keras. Babak kedua, mereka melakukan tekanan ke depan dan sukses mencetak gol yang luar biasa. Namun, usai tertinggal pemain Indonesia mampu bangkit dan serangan balik berhasil memenangkan Indonesia." Usai kemenangan 2-1 vs Thailand, Selasa (7/12).

"Mereka semua merupakan tim yang tangguh dan kuat. Namun, kalau kami bermain seperti pada fase penyisihan, saya rasa Indonesia mampu mencapai final dan mempunyai peluang untuk menjadi jawara pada Piala AFF kali ini." Menyambut partai semifinal, Selasa (7/12).

"Saya tak peduli dengan rekor kemenangan. Kendati Indonesia lebih banyak menang, namun kondisi sekarang berbeda. Filipina punya kekuatan baru dan bermain bagus pada babak penyisihan." Persiapan partai semifinal lawan Filipina, Jumat (10/12).

"Pemain saya bukan sirkus. Mereka bukan kuda yang bisa diatur-atur ke sana ke mari. Soalnya, hal itu sangat mengganggu fokus dan memberi tekanan kepada pemain. Siapa yang melanggar akan saya keluarkan dari tim."

"Pemain juga tidak boleh keluar hotel kecuali mengikuti jadwal timnas. Tak ada wawancara di dalam maupun di luar hotel. Itu sangat menggangu konsentrasi mereka." Soal larangan aktivitas di luar jadwal, Jumat (10/12).

"Pada leg pertama, kendati kami main di Indonesia namun itu merupakan laga tandang. Karena itu, saya menginstruksikan agar pemain menjalankan pertandingan layaknya laga tandang. Kami akan menyerang, seperti bermain di laga tandang." Persiapan babak semifinal vs Filipina, Rabu (15/12).

"Saya rasa tidak ada yang istirahat. Saat ini yang terpenting adalah menyiapkan mental pemain. Bermain dilihat ribuan penonton memberikan tekanan yang hebat. Mengantisipasi itu, kami bakal memberikan motivasi lebih kepada para pemain." Usai partai tandang vs Filipina, Jumat (17/12).

"Yang terpenting menyiapkan mental para pemain. Bermain ditonton ribuan orang memberikan tekanan yang sangat besar. Sulit menciptakan mental yang bagus dengan cara singkat. Jadi, percuma saja secara khusus melakukan latihan penalti. Kami akan lebih memotivasi para pemain." Soal kemungkinan drama adu penalti, Jumat (17/12).

"Peluang Indonesia dan Malaysia 50:50. Ketika di penyisihan grup A, Indonesia mampu menang telak 5-1. Namun sebenarnya pada pertandingan itu Indonesia serta Malaysia bermain cukup imbang. Kini mereka berbeda dan punya kekuatan baru." Persiapan laga final pertama, Minggu (19/12).

"Kami tidak peduli dengan masalah laser atau lainnya. Kami hanya mau fokus mengahadapi laga ke depan. Pasalnya, waktu yang kami punya tidak panjang. Kami akan mendorong pemain siap menghadapi pertandingan nanti." Menanggapi partai tandang di Bukit Jalil, Malaysia, Senin (27/12).

"Hari ini pasukan Merah-Putih main luar biasa. Kami hanya sedikit kurang beruntung. Namun, kami telah bekerja keras sepanjang babak."

"45 menit pertama adalah babak pertama terbaik sepanjang Piala AFF. Babak kedua, kami menunjukan karakter permainan. Meski lebih dulu ketinggalan 1-0, namun kami mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan." Soal penampilan timnas Indonesia di leg kedua, Rabu (29/12).


Sumber: Bolanews.com; http://www.bolanews.com/liga/liga-indonesia/18803-Komentar-komentar-Ispiratif-Pelatih-Alfred-Riedl.html

Sunday, December 26, 2010

Tujuah buah rekomendasi hasil Kongres Sepakbola Nasional


1. PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat, dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat.

2. Perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olahraga khususnya sepak bola.

3. PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi dengan seluruh stakeholder, terutama KONI dan Pemerintah.

4. Dilakukan pembinaan sejak dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan IPTEK dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat, dan pakar olahraga dan perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan sekolah sepak bola, PPLP, dan PPLM sepak bola.

5. Metode pembinaan atlet pelajar/muda agar juga memprihatinkan pendidikan formalnya.

6. Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju prestasi.

7. Perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEA Games 2011.

Tuesday, November 9, 2010

Salah Kaprah Bahasa Indonesia


Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan untuk ramah tamah dengan tamu dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Lumayan, disediakan pula makan malam; kesempatan saya untuk makan banyak dan memperbaiki gizi. Terus terang konsentrasi saya saat itu ada pada makan malam yang dihidangkan; Kare, Nasi Goreng, Roti India, Mie Goreng, Tumis Paprika, Cake, dan buah-buahan (4 sehat 5 sempurna tanpa susu).

Awalnya saya agak ragu untuk memulai pembicaraan. Suasana mencair ketika seorang ibu datang menghampiri saya.

Ibu Bappenas: Mas, ngambil apa?

Akhyar: Ini Bu, roti India. Makannya sambil dicocol pakai bumbu kare.

Ibu Bappenas: Hahaha, maksud saya ngambil apa di sini? Jurusane ngono loh...

Akhyar: Ooooh. Hehehe, maaf bu. Iya saya ngambil menejemen... (dan percakapan berlanjut)

Harusnya Ibu tadi bertanya, "jurusannya apa?" atau "ngambil jurusan apa?". Atau mungkin saya seharusnya tidak terpaku pada hidangan malam.

Wednesday, July 7, 2010

Formasi Indonesia


Indonesia punya ciri khas yang berbeda dgn bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya dan agama.

Sepak bola gaya Samba tidak cocok bagi Indonesia karena di Brasil, mereka hanya menggunakan satu bahasa saja di negara seluas 8 juta kilometer persegi itu. Sedang di Indonesia, kita menggunakan puluhan bahasa. Gaya Samba juga tidak cocok untuk diterapkan dalam permainan sepak bola antar pulau.

Gaya Total Football juga tidak cocok dengan gaya hidup orang Indonesia. Ciri kekeluargaan masyarakat Indonesia bisa menyebabkan konsep Total Football menjadi tidak produktif jika dipaksakan untuk diterapkan.

Gaya grendel Catenaccio ala pemerintahan Fascis lebih tidak cocok bagi bangsa Indonesia yang memiliki toleransi dan tepo seliro dalam kehidupannya.

Gaya permainan Kick & Rush juga tidak cocok, karena mayoritas bangsa Indonesia tidak menyukai orang-orang yang hobinya 'Lempar batu sembunyi tangan'.

Gaya Diesel-nya tim Panzer tidak juga cocok. Postur tubuh orang Indonesia yang relatif kecil, justru akan semakin lama semakin menurun staminanya.

Tim nasional sepak bola Indonesia harus dapat meramu sendiri gaya permainannya dengan memadukan keunggulan dan kearifan lokal budaya kita sendiri.

Barisan Depan:
Barisan penyerang cocok ditempati oleh suku Batak, Bugis dan Papua.

Suku Batak sebagai representasi wilayah Indonesia bagian barat, cocok menempati posisi penyerang tengah. Sifat yang tegas, dengan ungkapan 'Batak Tembak Langsung' akan menjadi momok yang menakutkan setiap penjaga gawang lawan. Tendangan kaki yang keras disertai teriakan yang kencang memekak telinga akan menjadi petaka bagi benteng pertahanan lawan.

Suku Bugis sebagai representasi wilayah Indonesia bagian tengah, cocok mengisi posisi sayap kiri. Kemampuan navigasi yang terkenal hingga seantero dunia, dapat memberikan tekanan berat pada sisi kanan pertahanan lawan sekaligus mengendalikan alur permainan di sisi pertahanan lawan. Umpan-umpan cerdas atas dasar perhitungan navigasi yang akurat dari sisi kiri akan menjadi assist matang kepada penyerang tengah yang siap menerkam setiap umpan.

Suku Papua sebagai representasi wilayah Indonesia bagian timur, cocok mengambil peran di posisi penyerang sayap kanan. Seni tari Papua yang dinamis serta kemampuan jelajah wilayah yang masih sangat perawan menjadi bekal utama dalam mendobrak benteng pertahanan lawan di sebelah kiri. Kemampuan jelajah wilayah akan sangat melelahkan setiap pemain belakang lawan yang mencoba menguntit. Potensi seni dalam mengirim umpan akan membuat gerak bola mengecoh antisipasi para pemain lawan.

Barisan Tengah:
Barisan tengah cocok diisi oleh suku Sunda, Jawa, NTT dan Dayak Kalimantan.

Kekuatan lini tengah menentukan tingkat penguasaan bola selama pertandingan berlangsung. Lini tengah ini memerlukan kemampuan untuk mengendalikan dan menguasai permainan tim lawan dengan metode campuran yang memadukan cara rasional, kejiwaan dan sedikit suasana magis.

Suku Jawa yang piawai mendalangi pentas kehidupan wayang bisa dijadikan sebagai play maker di lapangan tengah.

Suku Sunda yang tenang tetapi menghanyutkan, dapat membuai permainan sehingga pemain lawan menjadi lengah oleh buaian magis gerak gemulai Jaipong dan iringan alunan gending Sunda yang sejuk.

Suku NTT yang memiliki ketegasan akan memberikan efek enggan dan ragu bagi pemain lawan untuk berjibaku berebut bola. Ketegasan suku NTT bukan ketegasan tanpa makna melainkan justru ketegasan yang bernilai kelembutan. Bak melodi yang dikeluarkan oleh Sasando, ketegasan menjadi sangat luwes dan magis yang menghanyutkan permainan lawan.

Suku Dayak Kalimantan, dengan kebiasaan jelajah dan penguasaan wilayah yang luas serta interpretasi seni yang dinamis adalah sebuah kekuatan magis dan dahsyat yang akan menghancurkan hegemoni pemain tengah tim lawan.

Barisan Belakang
Barisan pertahanan cocok diisi oleh suku Ambon Maluku, Manado, Minangkabau dan Betawi.

Suku Ambon Maluku tentu tidak pernah kenal kompromi terhadap semua ancaman terhadap integritas wilayahnya. Karakter pembela pertahanan yang pernah diteladani oleh Kapitan Pattimura & Libero kebanggaan PSSI, Ronny Pattinasarany, tertanam kokoh dan kuat di dalam jiwa setiap pemain suku Ambon Maluku.

Suku Manado memberikan warna lain di barisan pertahanan kita. Kombinasi kecantikan manusia dan kemerduan suara alam menjadikan benteng pertahanan kita boleh dilihat tetapi pantang disentuh oleh setiap pemain lawan.

Suku Minangkabau memiliki kearifan sejarah tentang sebuah pertahanan. Bak gemulai seekor anak kerbau yang mampu mempedaya seekor Banteng besar yang ganas. Gemulai tari piring tidak memcahkan kekuatan para penyerang lawan, tetapi justru melemahkan kekuatan itu.

Suku Betawi memiliki wibawa yang tinggi dalam menjaga wilayah pertahanan Indonesia. Konsep 'Lu jual, gue beli' diperkuat kepretan tari topeng di tengah alunan gambang kromong akan membuat para pemain lawan menyerah sebelum bertanding.

Penjaga Gawang.
Penjaga gawang cocok diberikan kepada suku Bali.

Gerakan trengginas, cakap dan lincah dalam tari kecak akan membuat penyerang lawan kesulitan menemukan celah yang kosong di gawang tim Indonesia.

Adapun kearifan dan keunggulan lokal dari suku-suku lain akan menjadi penambah kekuatan Tim Nasional sepak bola Indonesia.

Thursday, February 4, 2010

Arsenal dan Piala Afrika

Setelah surat saya dimuat pada rubrik suara tifosi no.1782/Selasa, 11 Desember 2007, saya ingin memberi tambahan pada surat tersebut.

Sepakbola bukan matematika. Setelah terus tampil konsisten, kini Arsenal sedang dalam kondisi sulit menyusul cederanya Cesc Fabregas. Rekor tak terkalahkan di priemer league pun gagal diperpanjang. Rival terdekatnya, MU dan Chelsea juga semakin memperkecil jarak dengan klub London tersebut. Selain itu, ada faktor yang semakin mempersulit keadaan. Yakni Piala Afrika. Tidak lama lagi pemain Afrika di klub tersebut akan membela negaranya masing-masing. Dengan ketidakhadiran Kolo Toure di jantung pertahanan, Ebou di sisi sayap, serta Adebayor sebagai tukang gedor, akan sulit bagi Arsenal untuk mengarungi ketatnya priemer league. Kondisi ini bisa dimanfaatkan MU dan Chelsea yang kini terus membuntuti The Gunners. Tactican Arsene Wenger nampaknya harus memutar otak dengan absennya mereka. Namun sekali lagi, sepakbola bukan matematika. Bisa saja wenger memainkan pemain mudanya yang kerap dibangku cadangkan. Menarik untuk kita saksikan, setelah Bacary Sagna, Gael Clichy, dan Bendtner, siapa lagi pemain muda yang akan mengorbit?


Salam hangat untuk Juventini. Forza Juve!

Arsenal dan Kualifikasi Euro 2008

Arsenal semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai tim yang sedang panen pemain muda. Meski sempat dikalahkan Sevilla di ajang Liga Champions, rekor tak terkalahkan di priemer league masih terjaga. Salah satu faktor menarik dibalik keberhasilan Arsenal musim ini karena tidak adanya pemain Inggris yang tampil di kualifikasi Euro 2008. Tuntutan untuk menang di sisa pertandingan kualifikasi membuat mental punggawa the three lions drop. Imbasnya, klub-klub besar penyumbang pemain Inggris seperti Chelsea, Liverpool dan Manchester United ikut menderita karena para pemainnya terbawa suasana timnas sehingga mempengaruhi penampilan di lapangan. Apalagi setelah Inggris dipastikan tidak lolos. Kondisi ini bertolak belakang dengan Arsenal yang mayoritas non-Inggris. Ditambah dengan banyaknya pemain non-Eropa khususnya di lini belakang dan depan macam Kolo Toure, Eboue, dan Adebayor. Negara mereka tidak mempunyai agenda apapun di Euro 2008, sehingga konsentrasi mereka hanya terfokus pada klub.